Linda Raschke Short Term Scalping Patterns with Candlesticks Classic Indicators 2/7

Linda Raschke Short Term Scalping Patterns with Candlesticks Classic Indicators 2/7

User avatar placeholder
Written by operator

April 26, 2026

Dow menekankan bahwa volume bekerja seiring dengan harga.

Volume biasanya meningkat searah tren dan menurun saat reaksi.

Pasar dalam proses koreksi kadang membentuk garis sideways (line).

Garis sideways = area konsolidasi yang bisa jadi dasar rencana trade.

Konsep garis ini kemudian dikembangkan dalam point & figure charting.

Tokoh berikutnya adalah Richard Schabacker.

Schabacker menulis tiga buku besar tentang analisis teknikal.

Ia wafat muda di usia awal 30-an.

Schabacker dianggap bapak “pure science of technical analysis.”

Ia mengklasifikasikan pola chart secara objektif.

Ia memberi nama pola: head & shoulders, triangles, flags, dll.

Ia mendokumentasikan teori gap: gap yang tidak tertutup punya nilai prediksi kuat.

Ia menggunakan trendline untuk mendefinisikan support dan resistance.

Prinsip sederhana: swing high dan swing low jadi acuan utama.

Schabacker membagi pola menjadi continuation dan reversal.

Continuation: flag, pennant, triangle kecil.

Reversal: head & shoulders, broadening top.

Pola continuation biasanya lebih singkat daripada reversal.

Semakin lama pasar sideways, makin besar peluang jadi pola reversal.

Contoh: bull flag yang terlalu lama sideways bisa gagal dan berbalik turun.

Wyckoff melanjutkan dengan konsep akumulasi, markup, distribusi.

Ia memperkenalkan istilah selling climax, automatic rally, retest.

Wyckoff menekankan pentingnya melihat volume di titik-titik kunci.

Ia memberi nama pola kecil seperti spring, upthrust, hook.

Elliot datang kemudian dengan konsep gelombang (wave).

Elliot menunjukkan bahwa gelombang pasar berulang.

Gelombang besar (wave 3) biasanya diikuti pullback lalu retest.

Prinsip utama Elliot: impulse terjadi searah tren.

Konsep impulse membantu memahami arah dominan pasar.

Semua tokoh ini menekankan pentingnya melihat struktur pasar secara konseptual.

Trader harus bertanya: apa “misi” pasar hari ini?

Pasar bisa naik menguji high, turun shakeout, atau sideways.

Sideways sering terjadi untuk “menggila-gilakan” trader sampai premium turun.

Indikator seperti VIX menunjukkan implied volatility tinggi saat range besar.

Sentimen pasar cenderung bergeser di level support dan resistance.

Elemen ketegangan muncul saat pasar berada di trading range.

Image placeholder

Lorem ipsum amet elit morbi dolor tortor. Vivamus eget mollis nostra ullam corper. Pharetra torquent auctor metus felis nibh velit. Natoque tellus semper taciti nostra. Semper pharetra montes habitant congue integer magnis.