Pertanyaan klasik: apakah trader dilahirkan atau dibentuk? Richard Dennis membuktikan dengan Turtle Project bahwa trader bisa dibuat, bukan hanya bawaan lahir.
Dahulu, trading dilakukan di pit (open outcry) sehingga gaya intuitif lebih dominan; ada “born traders” yang mengandalkan insting.
Saat ini, dengan teknologi, trading lebih sistematis; trader bisa dibentuk dengan aturan yang jelas.
Faktor utama bukan IQ, melainkan temperamen stabil dan kemampuan mengikuti program secara konsisten.
Seperti olahraga: bakat saja tidak cukup; konsistensi dan disiplin lebih menentukan kesuksesan.
Kunci sukses adalah memiliki program trading yang terdefinisi dengan baik dan dijalankan konsisten.
Program trading mencakup aturan untuk: inisiasi posisi, manajemen trade, dan likuidasi.
Trader bisa diajarkan untuk mengikuti prinsip-prinsip ini secara konsisten, selama ada edge yang mendasari.
Edge tidak harus besar; cukup satu keunggulan kecil yang bisa diulang dengan disiplin.
Proses belajar utama adalah menemukan gaya trading yang sesuai dengan temperamen pribadi.
Tidak semua orang cocok dengan trend-following meski strategi itu punya edge, karena butuh kesabaran dan disiplin tinggi.
Intinya: trader sukses lebih banyak dibentuk melalui latihan, aturan, dan konsistensi, bukan sekadar bakat bawaan.