Trader sukses biasanya menggabungkan lebih dari satu time frame (misalnya hourly dengan daily, atau daily dengan weekly) untuk gambaran pasar yang lebih komprehensif.
Pasar bergerak dalam pola aksi–reaksi, bergantian naik dan turun dalam gelombang/sekuens.
Pasar cenderung membentuk tren; memahami tren adalah kunci dalam analisis teknikal klasik.
Definisi tren menurut Dow:
- Uptrend = higher high dan higher low.
- Downtrend = lower low dan lower high.
Setelah tren terdefinisi, probabilitas lebih besar bahwa tren akan berlanjut.
Inti trading adalah mengukur probabilitas, bukan kepastian.
Volume bekerja sejalan dengan harga: biasanya meningkat searah tren dan melemah saat reaksi/koreksi.
Pasar kadang membentuk line (garis sideways, area konsolidasi), yang bisa jadi dasar rencana trading berikutnya.
Konsep garis sideways ini kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam point-and-figure charting untuk mengukur proyeksi pergerakan.
Dow Theory memberi fondasi penting bagi analisis teknikal modern, terutama dalam mendefinisikan tren dan memahami perilaku volume.