Aturan utama: semakin sedikit keputusan yang dibuat saat trading berlangsung, semakin baik.
Semua hal penting harus dipikirkan sebelum pasar buka.
Unit size (jumlah kontrak/lot) harus ditentukan sebelumnya dan dijaga konsisten.
Ukuran posisi yang konsisten membantu mencapai kestabilan hasil.
Exit strategy harus ditentukan sesuai setup awal.
Hasil pengujian menunjukkan 75% setup lebih efektif dengan target profit kecil (misalnya 1 ATR atau fixed target).
Hanya sekitar 25–30% setup yang cocok menggunakan trailing stop.
Trailing stop lebih relevan untuk sistem trend-following.
Semakin pendek time frame, semakin kecil justifikasi untuk trailing stop karena noise pasar lebih besar.
Floor trader atau market maker tidak menggunakan trailing stop karena trading sangat singkat.
Day trader harus bisa membeli di bid dan menjual di offer minimal 50% waktu.
Jika tidak, biaya spread dan komisi akan menggerus profit.
Breakout dari pola coil panjang bisa jadi alasan menggunakan trailing stop.
Trader harus tahu kapan menggunakan market order, buy stop, atau bekerja di bid/offer.
Dalam market sepi/noisy, lebih baik bekerja di bid/offer daripada mengejar harga.
Dalam market urgent (misalnya breakout besar), gunakan market order untuk segera masuk.
Trend follower fokus pada “getting the trade on” meski harus bayar slippage.
Semakin panjang horizon waktu, semakin kecil pengaruh biaya transaksi awal.