Annanay Kapila pernah bekerja sebagai quant di high frequency trading (HFT).
Strategi yang ia tangani bisa mencapai volume $10–100 miliar per hari.
Ia merasa hidupnya terbuang meski mendapat gaji besar.
HFT hanya mengeksploitasi inefisiensi pasar.
Banyak keuntungan berasal dari cacat struktural desain pasar.
Trader HFT hanya fokus pada bonus, bukan efisiensi pasar.
Annanay adalah pendiri sekaligus CEO QFEX.
QFEX bertujuan membangun bursa saham global 24/7.
Ia menilai infrastruktur pasar finansial saat ini rusak.
QFEX ingin merevolusi cara trading dilakukan.
Perusahaan berhasil menarik dana dari General Catalyst dan Next Venture Partners.
Valuasi awal mencapai $95 juta meski masih pre-revenue.
Annanay lahir di India lalu pindah ke Inggris.
Ia belajar matematika di Cambridge.
Awalnya tergiur gaji besar di kuantitatif finance.
Pernah bekerja di Flow Traders (Belanda) dan Tower Research Capital (AS).
Rutinitas quant: bangun pagi langsung cek profit di laptop kerja.
Trading berbasis data, bukan interaksi manusia.
Analogi HFT: seperti dealer mobil, beli murah jual sedikit lebih mahal.
Volume pasar sangat besar, misalnya S&P futures $500 miliar per hari.
Banyak quant meyakinkan diri bahwa mereka memberi nilai, padahal tidak.
Contoh inefisiensi: kontrak futures yang harus rollover setiap 3 bulan.
Biaya transaksi dari rollover jadi keuntungan HFT.
Banyak talenta hebat terjebak di industri yang tidak memberi nilai tambah.
Annanay merasa bersalah dan ingin keluar.
Mayoritas rekan kerjanya tidak ingin bertahan lebih dari 5 tahun.
Ia memutuskan membangun startup untuk memperbaiki pasar.
Terinspirasi oleh FTX sebagai contoh inovasi meski akhirnya gagal.
Ide QFEX muncul sebelum FTX membeli lisensi di AS.
Tujuan QFEX: membuat desain pasar lebih efisien agar HFT tidak bisa menyedot keuntungan.
Ia menggandeng sahabat lama, Josh, yang pernah bekerja di Citadel.
Josh keluar dari pekerjaannya untuk bergabung.
Annanay punya tabungan cukup sehingga tidak tertekan finansial.
Mereka mendaftar ke Y Combinator dan diterima.
YC hanya peduli apakah peluang sukses >0, meski kecil.
Startup exchange sifatnya “all or nothing”: bisa jadi $50 juta atau nol.
Tantangan besar: membangun sistem 24/7 yang sempurna.
Saat uji coba internal, sistem sempat “meledak” dan salah hitung saldo.
Mereka harus mengganti kerugian kecil ke pengguna uji coba.
Pengalaman itu menyadarkan betapa sulitnya membangun exchange.
Fundraising di Silicon Valley berlangsung cepat, kadang hanya 30 menit.
Angel investor memberi dana awal, lalu fokus ke VC besar.
Valuasi $95 juta dicapai tanpa revenue.
Perbedaan budaya: London/New York fokus uang, San Francisco fokus dampak.
HFT hampir tidak pernah rugi, jika rugi sehari langsung ditegur.
Silicon Valley mindset: bangun sesuatu yang bisa jadi miliaran dolar, bukan sekadar profit kecil.
QFEX ingin menciptakan level playing field untuk semua trader.
Sistem lama terlalu banyak perantara: bursa, broker, clearing house.
QFEX menawarkan efisiensi dengan satu entitas yang mengurus semuanya.
Model bisnis QFEX: transparan, hanya dari biaya transaksi.
Biaya serendah mungkin, bahkan bisa dikembalikan lewat referral.
QFEX dibandingkan dengan Stripe: mengurangi friksi dalam trading seperti Stripe dalam pembayaran.
Pasar finansial global sangat besar, perbaikan kecil bisa berdampak besar.
Annanay ingin QFEX jadi legacy, bukan sekadar uang.
Ia ingin memberi perubahan nyata pada dunia pasar modal.
Pesan terakhir: anak muda harus optimalkan pembelajaran dan pertumbuhan, bukan hanya uang cepat.