Stop yang terlalu ketat akan menurunkan rasio win/loss karena sering terkena noise pasar.
Banyak trader punya ide benar tetapi keluar terlalu cepat karena stop terlalu dekat.
Hasil pengujian menunjukkan stop awal yang lebih lebar lebih efektif.
Stop optimal secara teori adalah 3 ATR (Average True Range).
Contoh: jika ATR bar 5 menit = 2 poin, maka stop ideal = 6 poin.
Jika stop lebar terasa tidak nyaman, bisa gunakan time frame lebih pendek dengan stop lebih kecil.
Volatilitas pasar memengaruhi ukuran stop, sehingga harus disesuaikan.
Setelah harga bergerak sesuai arah, stop harus ditarik lebih ketat untuk mengunci profit.
Time stop juga efektif: jika dalam 7 bar (daily chart) harga tidak bergerak ke target atau stop, sebaiknya keluar.
Banyak trader menempatkan stop di bawah swing low, tetapi pendekatan berbasis ATR/Keltner Channel lebih konsisten.
Semakin kecil target profit, semakin tinggi rasio win/loss (misalnya target 3 tick → win rate 90%).
Target besar menurunkan win rate, tetapi bisa memberi profit besar jika tren kuat.
Sistem trend-following biasanya hanya punya win rate sekitar 40%, tetapi profit besar saat tren panjang.
Semua keputusan stop adalah trade-off matematis antara rasio kemenangan dan ukuran profit.